Tuesday, August 2, 2011

Wahai Jelita



Wahai Jelita,
Hening harimu diganggu lagi...
Hujan???
Intailah di jendela... Benarkah ianya hujan?
Atau itu sekadar manik2 jernih dr matamu

Wahai Jelita...
Jika benar ianya hujan dari langit bersyukurlah kerna bumimu disimbah hujan.
Tanahmu pastinya akan terus subur...
Namun,
Andai ia dari kelopak matamu,
Jangan ditahan, jangan dinafi... Biarkan ia mengalir...Biarkan ia menitis...
Mungkin ia sudah lama bermukim
Maka lepaskanlah ia..
Mungkin, ini laluan terbaik untuk kamu membina tembok kukuh buat penahan emosi dinihari.

Wahai Jelita,
Bukan salahmu andai mutiara itu mengalir lagi,
Bukan kelemahanmu andai mutiara itu gugur lagi,
Itu kehendak hati
Itu aturan Ilahi.

Wahai Jelita,
Aku mengerti, hatimu luka, rasamu duka
Aku mengerti, hatimu mulus, jiwamu halus
Aku mengerti yang rasamu terlalu tulus

Wahai Jelita,
Ambillah seusai manapun waktumu
Untuk mengubati luka itu
Dan aku juga mengerti, andai luka itu sembuh
Parutnya tetap disitu
Dan yang pasti,
Kenangan itu akan kau bawa hingga ke akhir hayatmu.


2 comments:

tireless mom said...

salam pretty...seriusly i luv this post! the meaning is so deeeep n touching...tangkap leleh gaksss ayaq mata! anyway thanx for sharing n it makes u more caring n sexier! yeeeaahh!!

Jake Daughter said...

Tireless Mom: Hehehe Thanks... Sesekali i can't hide the sadness.. Tapi mcm u kata la...I must be caring n sexier... Xoxo...

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin